Materi PA

Pengunjung Ke..

Free Logo Maker and Free Logo Design By LogoSnap.com

Jam

Buku Tamu

Glitter Text Generator at TextSpace.net

Susur Pantai

Diposting oleh PLASMA On 19.32 0 komentar

Susur Pantai adalah salah satu kegiatan hikking yang tidak kalah menarik. Biasanya susur pantai dilakukan untuk meneliti seberapa parah abrasi yang terjadi di wilayah pantai, atau juga dilakukan untuk meneliti keadaan flora dan fauna yang terdapat di daerah pantai. Selain itu susur pantai juga dilakukan sebagai salah satu bentuk aplikasi long march / jalan jauh yang sudah dilakukan oleh komunitas pecinta alam.
Susur Pantai tidak kalah menantang dengan kegiatan out door lainnya seperti mountaineering. Yang membedakannya antara lain medannya; gunung / dataran tinggi, dan laut / pantai / dataran rendah; Tingkat kesulitan, sebenarnya sama-sama sulit akan tetapi dalam susur pantai lebih dibutuhkan kemampuan untuk berenang Karena dalam Susur Pantai pasti kita akan menemukan muara baik yang dangkal maupun dalam, selain itu dibutuhkan pengetahuan tentang kelautan seperti besar / kecilnya laju angin, arah angin, waktu (berkaitan dengan saat pasang naik dan pasang surut), dan P3K.
Kemarin pada tanggal 04 Mei 2009, Anak2 PLASMA Melakukan Kegiatan Susur Pantai dan Observasi di daeran Pantai Pekalongan dan Batang.
Kegiatan ini di ikuti Oleh 10 Calon Anggota PLASMA dan 3 Senior PLASMA. Kegiatan ini diMulai dari Pantai Slamaran Berjalan ke Arah Timur dan Finish di Pantai Sigandu.
di Perjalanan dari Pantai Slamaran sampai Pantai Sigandu terjadi banyak perubahan, tidak seperti kegiatan susur pantai sebelumnya. Pantai yang dulu nampak indah sekarang sedikit demi sedikit habis terkena Abrasi. Sampah berserakan dimana-mana.
Kami juga kesulitan ketika melewati beberapa muara yang semakin dalam.
Kami bersyukur bisa sampai Pantai Sigandu dengan selamat.
Setelah Sampai di Pantai Sigandu Kami Istirahat dan Makan Sebelum Kami melanjutkan Perjalanan Pulang.

Dokumentasi Kegiatan Susur Pantai Klik Disini

Category : edit post

Logistik saat darurat

Diposting oleh PLASMA On 00.40 0 komentar

Jika kamu tersesat di hutan, dan bekal kamu abiz.. wah, pasti bingung. Tapi sebagai PECINTA ALAM, kamu harus tahu apa yang dilakukan jika bekal kamu abiz.
Langkah pertama, minta bantuan alam.. yupz, mau gak mau kita harus makan2an seadanya yang ada di hutan. eits, tapi gak semua tumbuhan bisa kamu makan. Ada juga yang beracun.
so, kita harus pilih-pilih neh!
Tumbuhan yang daun, bunga, buah, atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar adalah tumbuhan tidak beracun. Jadi kita bisa langsung happ!
kalau untuk jamur, pilih yang warna payungnya gelap misal biru, jingga dan merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang toh juga dapat dimakan.
Sebelum dimakan, tumbuhan itu sebaiknya dimasak dulu lho.. agar gak diare dan alergi.
Eh kalau udah terlanjur keracunan? gimana donx? Masih ada cara menetraliskan supaya gak keracunan dan DEAD. innalillahi.. hush-hush.
Pertama, upayakan memuntahkannya setelah itu, minum air kelapa. Pil norit juga, tapi kalau ada. Nah, sampai disini dulu ya, jangan lupa untuk tetap mecintai alam. hiyah

Category : edit post

Penyakit di Ketinggian

Diposting oleh PLASMA On 18.19 0 komentar

Pada ketinggian di atas 5.000 meter, lazim muncul penyakit yang disebut Acute Mountain Sickness (AMS). Apa itu?

Ketinggian Adalah Masalah

Himalaya adalah pegunungan yang memiliki dataran yang sangat tinggi dari permukaan laut. Sebagai gambaran, selisih ketinggian antara base camp Everest di Himalaya dan puncak Carstensz di Papua, yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia kira-kira 500 meter.

Semakin tinggi suatu daerah, terutama dataran di ketinggian di atas 3.000 meter, udara atau oksigen pun akan lebih tipis, dan tubuh manusia normal akan bertambah sulit menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Meskipun kondisi seseorang masih muda, kuat, dan prima sekalipun, secara alamiah tubuhnya pasti sulit beradaptasi. Karena itu, harus ada tahap penyesuaian diri (aklimatisasi) agar tubuh tak terserang AMS.


Mengatasi AMS

- Jika Anda merencanakan perjalanan di ketinggian dengan hati-hati dan mengikuti prosedur standar dengan sebaik-baiknya, Anda akan terhindar dari AMS.
- Jika anda memiliki waktu yang pendek, maka jangan melakukan perjalanan terlalu tinggi.
- Saat melakukan perjalanan di atas 3.400 meter, jangan melakukan perpindahan tempat untuk bermalam dengan ketinggian lebih dari 450 meter per hari, meskipun Anda tak merasakan perubahan kondisi tubuh apa pun.

Jenis AMS

1. EARLY MOUNTAIN SICKNESS Tanda-tandanya sebagai berikut:
- Pusing/sakit kepala
- Mual
- Hilang selera makan
- Susah tidur
- Badan membengkak

Penyembuhan :
Tidak jalan menambah ketinggian hingga sembuh.

2. PULMONARY OEDEMA (terganggunya organ paru-paru)

Tanda-tandanya :
- Badan lemah
- Mengantuk
- Detak jantung meningkat
- Batuk kering pada awal, lalu keluar cairan darah
- Bernapas dengan suara keras dan berbusa
- Dada terasa sesak
- Warna bibir dan kuku lebih gelap, biru dan ungu

Penyembuhan :
Saat itu juga harus turun dengan ketinggian serendah-rendahnya.

3. CEREBRAL OEDEMA (terganggunya organ otak)

Tanda-tandanya :
- Kelelahan yang sangat
- Muntah-muntah
- Sakit kepala hebat
- Sulit berjalan
- Meracau, bicara yang aneh-aneh
- Berperilaku tidak normal
- Perasaan selalu mengantuk
- Pingsan

Penyembuhan :

Saat itu juga harus turun pada ketinggian serendah-rendahnya.

Kondisi Darurat

Dalam kasus cerebral dan pulmonary oedema

- Jangan tunda untuk segera turun dalam kondisi apa pun, meskipun malam hari jika perlu.
- Jangan tunggu helikopter penolong datang, segera turun
- Pasien dapat turun dengan berjalan, digendong porter, atau naik yak
- Pasien harus ditemani saat turun
- Obat-obatan bukan sebagai pengganti untuk turun
- Pasien dengan AMS dipastikan tidak bisa mengambil keputusan yang benar, jadi harus dipaksa untuk turun, melawan kemauan pasien.

CATATAN PENTING

- Jangan jalan di ketinggian jika Anda ada penyakit jantung dan paru-paru. Lebih baik cek dahulu ke dokter.

Category : edit post

Pengikut PLASMA

Tanggalan